Discounted Cash Flow: Template Gratis Menghitung DCF

Metode discounted cash flow (DCF)  adalah metode yang paling sering digunakan oleh analis saham fundamentalis untuk melakukan valuasi saham. Konon Warren Buffet juga menggunakan metode DCF.  Walaupun sebagian besar orang menggunakan DCF, namun tidak mudah untuk menggunakan metode DCF. DCF menggunakan asumsi-asumsi yang harus valid dan dinamis. Metodenya dengan melihat arus kas dari sebuah perusahaan kemudian dilakukan proyeksi untuk beberapa tahun ke depan. Nilai yang diperoleh di masa depan tersebut lalu didiskon dengan rate yang diharapkan (required return) sehingga diperoleh nilai kas saat ini. DCF diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi arus kas terdiskon.

Peter Lynch: Tips Metode Growth At Reasonable Price (GARP)

Peter Lynch: Fund Manager Terbaik
Peter Lynch dikenal sebagai seorang maestro dalam industri pengelolaan dana karena selama 13 tahun karir mengelola dana nasabah berhasil memperoleh imbal hasil melampaui indeks S&P 500 selama 11 tahun. Artinya hanya 15% saja performa dana yang dikelolanya tidak perform. Ini prestasi yang luar biasa karena selama 13 tahun karirnya, rata-rata dana yang dikelolanya memberikan imbal hasil sebesar 29,2% per tahun. Jauh di atas S&P 500 yang hanya 11% per tahun. Prestasi lainnya adalah fund (reksa dana) yang dikelola oleh Peter Lynch memiliki dana kelolaan mencapai miliaran dollar. Profesi Peter Lynch adalah fund manager, di Indonesia disebut dengan Wakil Manajer Investasi (Baca: Wakil Manajer Investasi Sang Pengelola Dana Investor). Agak sedikit bias antara pengertian fund manager di Amerika Serikat yang berarti orang yang mengelola dana, jika diterjemahkan letter-lux (harafiah) ke bahasa Indonesia menjadi manajer investasi, artinya adalah perusahaan pengelola dana. 

Jesse Livermore Kisah Investor Tragis: Ciri-Ciri Investasi Salah Kaprah

Jesse Livermore
Sebelumnya penulis pernah membahas tentang Warren Buffet sebagai salah satu investor paling berhasil di dunia (Baca: Warren Buffet dan Prinsip MENTAL). Dalam dunia investasi sebenarnya tidak sedikit orang yang telah berhasil dalam berinvestasi sehingga menjadi seorang investor sukses. Beberapa nama investor tersebut, seperti: John Templeton, Philip Fisher dan Peter Lynch. Jika kita ketikan nama mereka di mesin pencarian google, akan tersedia banyak informasi terkait mereka apakah itu tentang biografi, strategi investasi, dll. Dan kita sebagai generasi yang lebih muda dapat belajar dari mereka. Namun tulisan ini tidak membahas tentang mereka, melainkan seorang pelaku investasi yang kisah hidupnya bertolak belakang dari mereka. Namanya adalah Jesse Livermore.

Gojek Bisnis Masa Kini: Tips Memulai Bisnis Start-Up

Logo Gojek
Dalam keseharian penulis menuju kantor dan kembali ke rumah, penulis menggunakan sarana tranportasi umum. Berangkat dari rumah menggunakan motor ke stasiun kereta Jurang Mangu. Dilanjutkan dengan naik kereta listrik menuju stasiun Tanah Abang. Setibanya di stasiun Tanah Abang, sudah ada transportasi lain yang penulis gunakan menuju kantor yaitu: transportasi online by Gojek ride. Setiap pagi bagi pengguna transportasi online di kawasan stasiun Tanah Abang sudah punya tempat khusus untuk penjemputan, sebabnya transportasi online tidak boleh menjemput di dekat pintu stasiun. Bagi pengguna jasa transportasi lain, di dekat pintu keluar sudah tersedia ojek pangkalan (opang), bajaj dan angkutan kota. Bagi pekerja di Jakarta yang setiap hari menggunakan sarana transportasi umum, berangkat/pulang kantor memerlukan perjuangan ekstra, naik kereta listrik sudah berdesak-desakan dengan penumpang lain, belum nantinya di jalan terkena kemacetan dan polusi. Inilah perjuangan hidup bekerja di Jakarta namun tinggal di pinggir Jakarta. 

Pendekatan Behavioral Finance: Sukses Dengan Membeli Saham Roller Coaster vs Bisnis Saham

Saham Roller Coaster Bergerak Cepat
(sumber: Oullete)
Seorang teman penulis pernah bertanya. Kira-kira pertanyaannya seperti ini: “Mengapa harga suatu saham bisa naik dengan cepat, namun tidak lama bisa turun drastis dalam jangka pendek?” Ukuran waktu pendek di sini, bisa harian, mingguan atau bulanan. Adapun yang menjadi dasar pertanyaannya adalah teman penulis melihat ada saham yang bergerak bagaikan roller-coaster, naik-turun-naik-turun begitu cepat, sehingga membuat pusing bagi yang memiliki saham tersebut. Untuk menjawab hal ini memang ada beberapa faktor yang harus dilihat: kondisi fundamental perusahaan, rencana aksi korporasi dan/atau kondisi ekonomi. Jika kondisi fundamental perusahaan tidak berubah, tidak ada rencana aksi korporasi perusahaan serta kondisi ekonomi stabil, maka kita perlu bersikap kritis sebelum ikut terlibat investasi/trading saham tersebut.

Matematika: Suatu Keindahan Dalam Dunia Keuangan dan Investasi

Alfred Nobel
Hampir sebagian besar orang yang mempunyai kemampuan berhitung dengan cepat dan tepat akan disebut sebagai orang cerdas. Manusia dengan intelligence quotient (IQ) sebesar 150 dipercaya akan memiliki keberhasilan akademis/karir lebih baik dibandingkan orang dengan IQ sebesar 120. Hal ini wajar karena orang-orang jenius di dunia memang memiliki IQ yang tinggi. Sebut saja Albert Einstein yang memiliki IQ sebesar 160, fisikawan Stephen Hawking (160), pecatur Judith Polgar (170) atau pecatur Garry Kasparov (194). Memiliki IQ tinggi merupakan suatu pencapaian yang membanggakan bagi beberapa orang bahkan sampai ada perkumpulan untuk orang-orang yang memiliki IQ di atas rata-rata bernama Mensa International. Mensa International adalah suatu organisasi non-profit yang didirikan di Inggris pada tanggal 1 Oktober 1946 dengan jumlah anggota mencapai 134.000 anggota. (Saat ini IQ tidak menjadi satu-satunya standar untuk mengukur kecerdasan orang, terdapat emotional quotient (EQ) dan spiritual quotient (SQ) yang menilai bahwa keberhasilan seseorang juga dilihat dari tingkat kematangan emosional dan jiwa/kepribadian. Dan untungnya seperti kata Warren Buffet untuk menjadi seorang investor sukses tidak harus memiliki IQ di atas rata-rata, penting juga memiliki faktor-faktor yang terdapat dalam EQ dan SQ). (Baca: Warren Buffet dan Prinsip MENTAL)

Investasi Dalam Membaca: 5 (Lima) Penulis Investasi Indonesia Terbaik Dalam Menginspirasi

Investasi Dalam Membaca dan
Membaca Untuk Investasi
Semenjak kecil kita sudah diajarkan untuk suka membaca, sehingga kita tahu dengan membaca kita sedang membuka wawasan jendela dunia. Dan memang itulah kebenaran bagi kita yang diberikan kedua mata oleh Tuhan patut bersyukur bahwa mata adalah salah satu indera yang bermanfaat penting. Kita bisa mengetahui banyak hal hanya dengan membaca, suatu kejadian yang bahkan kita tidak pernah ketahui dan bayangkan dengan membaca kita terinformasi bahkan termotivasi. Sejak kecil orang tua dari penulis banyak membelikan buku dan juga mendorong penulis untuk suka membaca, terutama tentang negara-negara di dunia, ilmu pengetahuan alam dan binatang-binatang. Sampai sekarang pun buku-buku itu masih tersimpan dengan baik, walau penulis belum sempat untuk membaca semua buku tersebut namun buku-buku tetap dirawat agar bisa diwariskan. Kebutuhan akan buku juga menjadi penting bagi seorang pengajar, seperti ayah penulis, yang memiliki ribuan judul buku. Buku menjadi suatu kebutuhan dan juga koleksi bagi beliau, sehingga walaupun ibunda sedikit komplain karena buku-buku tersebut bingung mau ditaruh dimana lagi, namun ibunda masih dapat memahami hobi ayahanda.